skenario terburuk (nyaris)
pagi yang aneh di bekasi tanggal 8 januari 2006 mentari bersinar dengan terangnya memancarkan sinarnya dan rumah2 tampak memantulkan warna kuning lembayung dari mentari pagi. padahal awan tampak sangat kelabu....
udah gitu gue yang sudah merancang supaya moment bangun pagi ini terasa enak dengan masang 3 alarm dengan lagu oh happy day sebagai puncaknya merasa kecewa karena ternyata perut gw pagi ini mengalami mules2 yang terasa membuncah di pagi hari....
alhasil jadwal gue untuk berangkat lebih pagi terganggu karena harus menggeliat lebih lama di toilet dan juga spare waktu untuk minum teh pahit (sebuah precaution tradisional)...
setelah mencapai tempat nunggu bis yang biasanya gw langsung aja naik ketika ada mamang2 kondektur yang bilang "komdak komdak" seperti yang udah gw predikisi, bisnya penuh dan gue terpaksa harus berdiri.... inilah yang gue sebut skenario buruk dalam perjalanan ke kantor... ga dapet duduk, jalanan macet, dan perut mules... (contoh lain skenario perjalan ke kantor bisa dilihat di postingan yang berjudul patas ac 05 blok m-bekasi)
begitu gue naik bis, gue langsung menebarkan pandangan dan senyum simpatik kepada seluruh penumpang yang duduk tanpa kehilangan sorot mata sayu khas orang sakit perut yang butuh tempat duduk.. tentunya gue nggak melakukan pose itu sambil memegangi perut karena itu pose sakit perut yang paling kacangan dan eksplisit....
semua penumpang yang gue anggap potensial, gue berikan sorot mata 'mohon tempat duduk' diantaranya adalah seorang cewek kuliahan yang duduk deket supir, dua mbak2 karyawati, dan dua bapak2 yang duduk deket tempat gue berdiri.
kelihatannya ketiga wanita tadi sedang bergumul dengan pikiran mereka masing2 apakah mereka mau ngasih tempat duduk ke gue apa nggak... kelihatannya mereka sebetulnya pengen ngasih, tapi takut dibilang cewek gatel sama cewek2 lainnya yang juga gue berikan senyum dan pandangan sayu minta tempat duduk.....
alhasil setelah berperang dengan pikiran mereka masing2 mereka memutuskan untuk pura2 tertidur....
'huh, taktik murahan, kalo nggak mau ngasih tempat duduk ya udah!!' caci gue pada mereka dalam hati... padahal gue mulai keringat dingin menahan amarah perut yang membuncah (pasti gara2 makan mie aceh ekstra pedes sampe idung meler 1 setengah mangkok)
sanggupkah gue bertahan di bus menjalani skenario yang buruk ini????
setelah semakin banyak keringat dingin mengalir gw memutuskan untuk mengeluarkan pemutar mp3 gue yang tidak jadi hilang (detil kenapa nggak jadi hilang bisa dilihat di posting berjudul lost my pod-edisi komplit)
gue memutuskan untuk mendengarkan lagu2 barok yang sudah lama nggak gue dengerin.... mendekati komdak, tiba2 perasaan mules gue hilang dan berganti menjadi sebuah rasa ingin pipis yang sangat urgent... hmmm, ini sungguh sebuah misteri... gue berspekulasi
apakah ini pengaruh teh pahit ato musik barok?
soalnya musik klasik terbukti meningkatakan intelegensia spasial, apakah musik jaman barok mempengaruhi pencernaan? mana gue tau...
sampe di lift, gue ketemu seorang kolega yang termasuk sering memberikan commentnya di blog ini dan berkata "kejadian ini harus gue tulis di blog" dan dengan antusiasnya menjawab "oh iya ntar gue baca"
===========================
ps: sebenernya sebagian cerita ini adalah imajinasi gue yang berkembang ketika gue berdiri di bus dan mengharapkan tempat duduk kosong untuk mengistirahatkan tubuh gue yang menahan perut gue yang menggeliat...
nggak semua yang lu baca itu bener.... hehehe

...(pasti gara2 makan mie aceh ekstra pedes sampe idung meler 1 setengah mangkok)....
ada ambiguisme di kalimat ini :
yang satu setengah mangkok itu mi aceh ekstra pedes atau idung yang meler?
oh iya, udah gw baca...
Posted by: de pe | January 9, 2007 06:16 AM
yaelah bang..masalah lo ga ada yg lebi pentingan diqit apah?? ya kentudh laa,bokerr laa, bapa-ibu mesum laa..
GPTG.
Posted by: U L M A HILTON | January 10, 2007 12:17 PM